Serangan Balik Yang Diterima Presiden La Liga Setelah Protes Mbappe

Berita Bola – Presiden La Liga, Javier Tebas jadi salah satu pihak yang paling vokal memprotes kontrak baru Kylian Mbappe di PSG. Tebas meyakini bahwa PSG telah merusak dunia sepak bola dengan tawaran uang yang begitu besar.

Drama masa depan Mbappe memang sempat jadi polemik. Awalnya, menguat kabar bahwa Mbappe bakal meninggalkan PSG dan bergabung dengan Real Madrid, tidak ada yang meragukannya.

Namun, tiba-tiba Mbappe berubah pikiran setelah menerima tawaran terbaru PSG. Kabarnya PSG menawarkan gaji yang jauh lebih besar, biaya teken kontrak baru, dan wewenang lebih untuk Mbappe dalam internal tim.

Dengan demikian, Mbappe pun memutuskan meneken kontrak baru berdurasi tiga tahun. Madrid merasa dipermainkan, dunia sepak bola juga terkejut.

Tebas protes, penghinaan terhadap sepak bola

Tebas terus mengkritik keputusan PSG mempertahankan Mbappe dengan menawarkan kontrak masif. Menurutnya, PSG telah merusak dunia sepak bola dengan nilai kontrak yang tidak normal.

Manuver PSG di bursa transfer memang mendapat banyak sorotan. Sejak dikuasai oleh Nasser Al-Khelafi, PSG menjadi tim yang mampu mendatangkan banyak pemain top dengan iming-iming gaji selangit. Tapi, mereka aman dari sanksi Financial Fair Play.

Javier Tebas pantas kesal dengan aksi yang dilakukan PSG dan Al-Khelafi. Musim lalu, bintang utama La Liga yakni Lionel Messi ‘dicuri’ PSG. Di tengah kesulitan finansial yang dialami Barcelona, PSG sukses mengontrak Messi.

Klik Prediksi Bola Online Jitu

Balasan untuk Tebas

Menariknya, kali ini Tebas tidak bisa lolos begitu saja setelah mengeluarkan komentar kontroversial. Petinggi sepak bola Prancis, Vincent Labrune, membalas komentar Tebas bahwa La Liga juga tidak sebersih yang dikira.

Tidak bisa terima

Laburne tampaknya sudah muak dengan komentar-komentar miring Tebas. Dia pun kembali menegaskan bahwa dua raksasa Spanyol (Madrid dan Barca) juga telah melakukan sejumlah pelanggaran besar.

“Fakta bahwa Anda sudah berulang kali dan secara terbuka mengambil posisi melawan Ligue 1 tentang topik ini dan merendahkan liga kami jelas tidak dapat diterima dan jelas salah,” sambung Labrune.

“Orang-orang juga belum lupa bahwa puncak masalah ketidakseimbangan sepak bola adalah munculnya European Super League baru-baru ini, yang masih dipertahankan oleh dua klub Anda,” tutupnya.