Polisi Masih Menggali Lebih Dalam Kasus Indra Kenz

Berita Online – Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap Indra Kesuma alias Indra Kenz terkait kasus dugaan penipuan investasi trading binary option lewat aplikasi Binomo.

Salah satunya masih mencoba menggali identitas dari dalang perkara tersebut. “Masih didalami,” tutur Ditipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Senin (14/3/2022).

Menurut Whisnu, sejauh ini Indra Kenz masih tidak berterus terang memberikan keterangan terkait sosok di balik layar aplikasi Binomo.

Sementara dari hasil penelusuran aliran dana dari payment gateway, penyidik menduga keberadaannya ada di Indonesia. Sebelumnya, polisi terus mengusut kasus penipuan investasi trading binary option lewat aplikasi Binomo yang menjerat Indra Kesuma alias Indra Kenz. Lewat penelusuran aliran dana, penyidik menduga pemilik dari platform tersebut berada di Indonesia.

“Kami duga ada di Indonesia, pemiliknya ada di Indonesia,” tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

“Kami lagi mencoba pendalaman terhadap payment gateway-nya karena itu semua ada di Indonesia,” kata Whisnu.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap ayah dari Indra Kenz, berinisial LHS terkait penyidikan kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo.

“Pemeriksaannya baru selesai tadi. Jam 10.00 sampai jam 17.30 WIB tadi,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada awak media, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Gatot menyebut, LHS ditanya sebanyak 18 pertanyaan terkait dengan kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo dengan tersangka Indra Kenz.

“Ada 18 pertanyaan,” ujar Gatot.

Tak hanya itu, Gatot menyatakan, penyidik juga menelisik Ayah Indra Kenz karena yang bersangkutan merupakan Direktur di salah satu tempat kursus Trading di Medan.

“Secara umum tadi sudah disampaikan yang bersangkutan itu sebagai Direktur kursus trading Medan,” ucap Gatot.

Indra Kesuma alias Indra Kenz mendapatkan pasal berlapis setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo.

Indra Kenz dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 A ayat (1) juncto 28 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Selain itu, dia juga dijerat Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal denda Rp10 miliar.

Serta Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Berita Online

Kejutan Miguel Oliveira di MotoGP Mandalika 2022