Misteri Sejumlah Uang Dari Rekening Bank Brigadir J Hilang

Berita Online Hari Ini  – Teka- teki hilangnya beberapa duit dari rekening Brigadir J, semacam yang di informasikan pengacara Kamaruddin Simanjuntak belum terpecahkan.

Siapa pelakunya, sampai saat ini masih ditelusuri.

Berita terkini, Pusat Pelaporan serta Analisis Transaksi Keuangan( PPATK) melaksanakan pembekuan rekening terpaut data soal dugaan terdapatnya transaksi dari rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sehabis wafat dunia.

Solusi Untuk Rezeki Melimpah ?? https://linktr.ee/officialjoker633 👈

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan pembekuan rekening tersebut ialah wujud langkah- langkah antisipatif dikala menelusuri data tersebut.

” Ya telah( kita telusuri). Apalagi kita telah melaksanakan langkah antisipatif terhadap rekening- rekening tersebut.( Langkah antisipatifnya dengan) pembekuan rekening,” kata Ivan dikala dihubungi Tribunnews. com, Kamis( 18/ 8/ 2022).

Walaupun begitu, Ivan enggan menegaskan apakah rekening kepunyaan Irjen Ferdy Sambo serta para ajudannya yang dicoba pembekuan oleh grupnya.

“( Pembekuan rekening) para pihak, aku tidak dapat sebutkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ivan mengatakan grupnya hendak menelusuri dugaan aliran dana yang tidak cocok dengan peruntukannya bersumber pada data warga.

Tidak hanya itu, Ivan pula terus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri selaku penyidik dalam permasalahan kematian Brigadir J.

” Senantiasa dengan penyidik terpaut buat seluruh proses yang dicoba oleh PPATK sepanjang ini buat permasalahan apapun pula,” bebernya.

Lebih dahulu, Irjen Ferdy Sambo diprediksi pernah menghabiskan isi ATM Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J senilai Rp200 juta. Duit tersebut diambil dari 4 rekening Brigadir J.

Demikian di informasikan oleh Kuasa Hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Perihal tersebut dikenal seusai terdapatnya transaksi dalam 4 rekening kepunyaan Brigadir J.

” Terdapat 4 rekening daripada almarhum ini dipahami ataupun dicuri oleh terduga Ferdy Sambo serta kawan- kawan. HP, ATMnya di 4 bank, laptop berlabel ASUS serta sebagainya nyatanya benar semacam aku katakan kemarin, mengaitkan PPATK, kenapa terdapat transaksi sebaliknya orangnya telah mati?,” kata Kamaruddin di Mabes Polri, Jakarta, Selasa( 16/ 8/ 2022).

Dia menuturkan kalau transaksi di rekening Brigadir J tercatat pada 11 Juli 2022. Rekening kliennnya nampak dipakai buat mengirimkan beberapa duit ke rekening salah satu terdakwa.

” Tadi terkonfirmasi telah, memanglah benar apa yang aku katakan kalau bertepatan pada 11 juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan uang. Nah kebayang gak kejahatannya? itu masih transaksi orang mati, mengirimkan mengirim uang,” jelasnya.

” Nah terbayang ngga kejahatannya. Orang mati dalam perihal ini almarhum transaksi duit, mengirim uang ke rekeningnya salah satu terdakwa. Ajaib toh, nah seperti itu Indonesia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menuturkan kalau duit yang dikuras dari rekening Brigadir J total sebanyak Rp200 juta. Ia juga memohon pihak kepolisian buat mengusut dugaan tersebut.

” Orang udah mati orangnya, tetapi uangnya mengalir dari rekeningnya, bayangkan kejahatan- kejahatan perbankan serta itu nanti mengaitkan perbankan. Dari rekening almarhum mengalir ke terdakwa Rp200 juta,” pungkasnya.

Mabes Polri kesimpulannya menanggapi tudingan kuasa hukum Kuasa Hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak.

Beberapa duit di rekening Briagdir J diprediksi diambil Irjen Ferdy Sambo ataupun ajudannya.

Lebih dahulu Kamaruddin melontarkan sindiran gimana bisa jadi orang mati melaksanakan transaksi.

Diprediksi terdapat yang menghabiskan isi ATM Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J senilai Rp200 juta.

Duit tersebut diambil dari 4 rekening Brigadir J.

Menjawab perihal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengantarkan kalau grupnya masih belum memperoleh laporan terpaut dugaan tersebut.

” Belum terdapat kabar,” kata Dedi kepada wartawan, Kamis( 18/ 8/ 2022).

Klik Prediksi Bola Online Jitu

Lebih lanjut, Dedi meningkatkan grupnya memohon awak media menanyakan dugaan tersebut kepada Pusat Pelaporan serta Analisis Transaksi Keuangan( PPATK) terlebih dulu.

” Coba tanyakan ke PPATK dahulu,” pungkasnya.