Menanam Benih di Rahim Ibu dan Adikku Part 4 End

Cerita Dewasa 18 Plus – Paginya seperti biasanya bangun pagi, aku pergi ke kamar mandi dan secara tidak sengaja berpapasan dengan ibu di dapur. Ku lihat rambut ibu basah dengan tubuhnya yang montok dan putih berbalut handuk ditubuhnya, rupanya ibu baru saja mandi.

 

 

Aku pun tersenyum kepada ibu dan menyapanya, “wah! Ibu cantik sekali kalau abis mandi.. lanjut lagi sama ayah ya Bu?”

 

 

“Rama! Jangan kencang-kencang ngomongnya.. siapa yang lanjut iihh?! pas semalam ibu mencuci vagina lalu masuk ke kamar, ayah kamu gak minta tuh! Malah langsung tidur… Untuuung-untung!”

 

 

“Kok untung sih Bu?” Kataku heran.

 

 

“Ya iyalah! Abisnya sperma kamu masih aja tetep keluar.. coba kalau ayah kamu pas lagi pake ibu tahu didalam vagina ibu ada sperma kamu? Ibu mau jawab apa coba?!”

 

 

“Bilang aja ibu abis coli Bu… Hehehehe!.

 

 

“Ihh kamu yahh! Ibu gak pernah lho ngelakuin hal kayak gitu?”

 

 

“Yakin nihh bu?! Kalau bohong gak aku kasih ini lho..!” kata aku kepada ibu sambil mengeluarkan penisku didepan ibu.

 

 

Melihat penisku ibu tiba-tiba berkata, “iyaa pernah sihh ibu, tapi cuman gesek-gesek vagina doang gak ibu colok kok..” ku masukin lagi penisku.

 

 

Aku hanya senyum-senyum saja melihat mulut ibu yang seksi nyerocos kepadaku.

 

 

“Ibu benar-benar terlihat cantik dan bercahaya bu, kelihatannya ibu sekarang lebih fresh gtu!”

 

 

“Masa sih nak?!”

 

 

“Iyaa Buu, emang ibu gak percaya sama rama anak sendiri?”

 

 

“Ibu percaya kok.. ya udah mandi sana… Pasti penis kamu gak dicuci tuh bekas semalem? Jorok dasar..?!”

 

 

“Ahh biarin..! Tapi ibu suka kann? Hehee..!”

 

 

“Ihh nggak yaa.. penis kamu mah penghancur vagina..”

 

 

“Kok penghancur vagina sihh?!”

 

 

“Ya iya! Soalnya sampai hari ini rasa itu masih terasa. Sampai-sampai ibu perih tadi pas kencing.. kok si Nita bisa tahan ya?”

 

 

“Awalnya juga emang begitu Buu..!, tapi kalau udah terbiasa dan beradaptasi pasti nyaman Bu.. apa ibu menyerah?”

 

 

“Yeyy!! Siapa juga yang menyerah? Ibu kuat kok. Kamu belum tahu aja sifat ibu yang sesungguhnya kalau lagi serius ngentot.. astaga.. ibu keceplosan! Udah kamu mandi sana..!”

 

 

“Tunggu sebentar Bu..” ku peluk ibu lalu aku raba vaginanya dari bawah. Akhirnya dapat juga.

 

 

“Rama! Nanti ada ayah kamu.. Ahhh…” ibu melenguh ketika vaginanya ku sentuh.

 

“Sebentar aja Bu pengen tau rasanya vagina ibu kalau abis mandi..” ku colok lobang vaginanya lalu aku korek-korek isinya. Sekitar 30 detik aku cabut lagi lalu aku emut jari tengahku “hmmm enak Bu..” ku colok lagi lobang vaginanya, terus ku cabut lagi “cobain Bu..” Sambil aku sodorkan jari tengahku ke bibir ibu. Ibu pun membuka mulutnya dan mengoral jari tengahku sambil memegang tanganku. Memang benar, ibu langsung terasa bergairah.

 

 

“Bener kan Bu? Kalau bersetubuh sama Rama pasti puas dan membuat ibu bergairah. Beban ibu pun pasti hilang, percayalah Bu.. lepaskan belenggu keraguan itu, percayakan sama rama, Rama akan bantu ibu..”

 

 

“Iyaa sayang, ibu percaya. Karena ibu juga merasakannya langsung. Tolong ibu ya nak, nanti setubuhi ibu lagi..”

 

 

“Baik Bu, makasih sudah mempercayai Rama, Rama berjanji akan membantu ibu.. Rama mandi dulu ya Bu.. oiya Bu, maaf barusan Rama berbuat tak senonoh sama ibu. Rama gak bermaksud merendahkan ibu. Bu, Rama sayang ibu.. maafkan Rama ya Bu?”

 

 

“Iyaa sayang, ibu gak menganggap itu sebuah penghinaan terhadap ibu. Jujur, ibu juga sebenarnya suka disetubuhi oleh kamu Rama, meskipun ibu tahu perbuatan kita itu dilarang agama, bahkan tabu didalam masyarakat. tapi justru karena terlarang dan tabu itulah ibu malah terbawa arus yang ibu buat sendiri…”

 

 

Masih aku peluk ibuku yang memekai handuknya

“Bu, nanti kita bersetubuh lagi ya Bu? Ibu juga mau kan?” Meskipun ibu sudah ngomong ingin disetubuhi, aku yakinkan lagi.

 

 

“Iya sayang ibu juga mau, tapi jangan terang-terangan ya? Gawat kalau ketahuan sama bapak kamu. Sudah ya mandi dulu sana! malah kita ngobrol lagi.. gak mandi-mandi kamu kalau ngobrol terus..”

 

 

“Iyaa ibuku sayang… Sini Bu mana pipinya..”

*Cupcupcup* kucium pipi ibuku.

 

 

Lalu aku pun mandi membersihkan badan, termasuk otongku yang yang sudah menikmati dua lobang vagina sekaligus dalam semalam.

 

 

Setelah semuanya pada mandi, saya masih tetap mencari sampah pergi ke TPA sendiri saja tanpa ditemani adikku Nita. Karena melihat perutnya yang sudah mulai ada perubahan, membuat aku tak tega dan kusuruh Nita menemani ibu menyortir barang rongsokan di belakang rumah. Sedangkan ayah sejak jadi pengepul lebih sering keluar rumah baik itu siang atau malamnya.

 

 

Menyalurkan nafsu seksualku penting, tapi mencari nafkah untuk makan pun lebih penting. Karena untuk ngeseks pun juga perlu tenaga dan nutrisi yang cukup. Belum lagi adikku yang sedang mengandung anakku, membuat pikiranku merasa terbuka agar masa depanku kelak bersama anakku tak sepahit ini.

 

 

Ayahku orangnya tegas, penyayang dan blak-blakan tidak mau menutupi masalah atau apa yang sedang dirasakan oleh hatinya pasti dikeluarkan. Keutuhan rumah tangganya lebih ia utamakan, daripada membuat rumah tangganya hancur oleh masalah yang sepele.

 

 

Sejak aku ketahuan menghamili adikku itulah seisi rumah ini menjadi lebih mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan. Rejeki kami, usaha kami menjadi pengepul barang perlahan-lahan terus meningkat secara signifikan.

 

 

Kalaulah tahu ayah punya sifat seperti itu, yaitu lebih mengutamakan keutuhan rumah tangganya. Mungkin dari dulu aku setubuhi adikku. Lalu, kalau aku menghamili ibu apakah ayah akan marah juga? Aku tak berani sampai kesitu meskipun berharap ingin membuat ibuku mengandung anakku.

 

 

Meskipun sedang hamil, aku sering menyetubuhi adikku setiap malam, aku pun heran darimana datangnya kekuatan itu sehingga aku merasa kuat menyetubuhi adikku setiap hari, dan anehnya ada saja sperma yang keluar dari dalam tubuhku banyak sekali.

 

 

Ibu sebenarnya ingin disetubuhi tubuhnya olehku, tapi dia pernah berkata ketika aku dan ibu sedang didapur, ayah diluar.

Sambil mengaduk sayur asem ibu curhat kepadaku yang aku sendiri sedang menemaninya memotong tahu tempe untuk di goreng.

 

 

“Ibu sanggup memikul beban sekarung sampah dari TPA kerumah nak, tapi ibu sungguh tak sanggup menahan gejolak nafsu ibu sama kamu. Sejak disetubuhi sama kamu malam itu, ibu selalu kepikiran kamu terus. Padahal ibu rajin sembahyang, dan ibu sadar bahwa perbuatan itu tabu.”

 

 

“Bu, sebelum aku setubuhi ibu sebenarnya dari dulu Rama sudah punya hasrat seksual untuk menyetubuhi ibu, tapi bukan hanya sekedar pelampiasan saja. Aku ingin memiliki ibu seutuhnya serta berharap dari ibulah Rama memiliki keturunan.”

 

 

Ibu menoleh kepadaku yang sedang memotong tempe, “kamu ingin ibu mengandung anakmu nak? Ibu tak yakin ayahmu setuju.”

 

 

“Lalu bagaimana dengan ibu? Apa ibu bersedia mengandung anakku Bu?”

 

 

Ibu terdiam sambil mengaduk-aduk sayur asem. Lalu menarik nafas panjang sambil merenung.

 

 

“Kalau ibu sih mau aja nak, mengandung anak dari kamu. Tidak ada salahnya kali ya hamil dari anak sendiri?”

 

 

Aku langsung menjawab pertanyaan ibu dengan mantap dan percaya diri.

“Iya Bu, memang gak ada salahnya dicoba!. Tapi kita bersetubuh aja dulu ya Bu? Nanti kita lihat situasinya Bu, disaat yang pas biarkan aku menghamili ibu, hentikan minum pil KB nya..”

 

 

“Iyaa sayang, ibu mau..!!” ibu begitu antusias ingin aku menghamilinya.

 

 

“Untuk saat ini masih rawan untuk bersetubuh Bu, tapi boleh kan kalau aku meraba tubuh ibu?”

 

 

“Hmmm.. boleh aja sayang, tapi itu enakan dikamu dong?! Meraba-raba tubuh ibu?”

 

 

“Iya, gini aja. Kalau ayah keluar meskipun hanya sebentar, aku akan menjilati vagina ibu sampai ibu keluar. Gimana?”

 

 

“Wah! Boleh juga tuh! Iya deh gpp, ibu mau..”

 

 

Akhirnya solusi pun didapatkan, aku dan ibu sepakat melakukan instan sex jika ada kesempatan.

 

 

Sayur asem pun matang beserta lauk pauknya yang lain, kami pun makan dengan lahapnya berempat diruang tengah. Tertawa bercanda menghiasi isi rumah ini, kesusahan yang dulu kini kebutuhan kami mulai tercukupi.

 

 

Jika ayah sedang diluar ngobrol sama tetangga, aku kedalam rumah. Dirasa aman aku ciumi bibir ibu sambil meremas vaginanya, ibu pun sudah tahu, jika aku menciumnya atau meraba-raba tubuhnya berarti rumah aman dari keberadaan ayah. Padahal ketika aku menggerayangi dan menciumi ibu, disitu ada Anita menyaksikanku sambil tersenyum melihat kami berdua sangat akur dengan ibu.

 

 

“Kak Rama, ajakin aku dong..! Ihh.. Nita juga pengen ikutan, Bu? boleh yaa Nita ikutan juga?”

 

 

“Iyaa sayang boleh, asal kakakmu kuat aja ngimbangin kita. hehehee..!!.

 

 

“Wahh! Nantangin ini mah. Akan Rama buat ibu dan anita tergeletak lemas, kehabisan tenaga. Liat aja..!! Heheee..” ketika ngomong begitu, tanganku menelusup kedalam celana dalam ibu lewat bagian depan atas celananya. Lalu aku gesek-gesek belahan vaginanya, ku korek-korek lobangnya, aku cabut dan ku emut jari tengahku. Sisanya aku berikan kepada ibu mengemut sisanya.

 

 

“Ibu gak jijik? bekas jilatanku lho itu!.”

 

 

“Nggak tuh! malahan ibu jadi sange tauu!! Ihh..!! Ibu mah gak kuat sayang… Bisa-bisa ibu nekat perkosa kamu kalau begini terus..!! Kapan sih kamu setubuhi ibu?! Bapak kamu kapan perginya sihh?! Kessell ibu ini Rama?! Tuhh! Vagina ibu udah uring-uringan lho..!! ” Ibuku cemberut manja, seakan seperti ABG yang lagi ngambek.

 

 

“Sabar yaa ibuku sayang.. nanti juga pasti bakalan ada kesempatan untuk ibu, Rama setubuhi..”

 

 

Tiba-tiba ayah datang dari luar, “ada apa sih?! Kalian ngeributin apa Bu Rama nita?!” Kata ayah sambil menyalakan rokok kretek.

 

 

“Nggak ada apa-apa yah, biasa kami berdua sedang candain ibu..”

 

 

“Ooh.. kirain apa.. Rama, bantuin ayah nyortir barang ya? Besok siang mau dikirim. Oiya Bu, besok ayah sama pak Karman mau ke kota sekitar semingguan, dan kamu Rama tolong jaga ibu ya selama ayah dikota?”

 

 

“Baik yah, ibu akan Rama jagain..”

 

 

“Besok pak berangkatnya? Emang Karman siapa pak?” Kata ibu.

 

 

“Itu Bu teman lama ayah, sekarang dia kerja dikota, kerja di tempat penampungan barang rongsokan juga. Oiya ayah hampir lupa, kamu kalau masalah kerjaan, ayah sudah percaya sama kamu. Kamu sudah pasti bisa mengurusnya.”

 

 

“Iya yah kalo masalah itu mah gampang.. ya udah Rama ke belakang dulu yah nyortir barang..” sebelum kebelakang aku mau nyeduh kopi dulu, kulihat wajah ibu kelihatan girang banget! Sampai-sampai ibu memperlihatkan kepadaku, ekspresi cewek ketika lagi sange berat menggigit bibir bawahnya, jujur saja melihat ekspresi bibir ibu seperti ibu membuat perasaanku ‘berantakan’ gemes banget!

 

Aku sampai mengernyitkan dahi sambil memberi kode dengan mataku kepada ibu, bahwa ada ayah, gimna kalau ayah lihat ibu pas lagi ekspresi seperti itu. Aduhh…

 

Akhirnya sebelum tengah hari ayah pun berangkat juga pergi ke kota, kini dirumah tinggal aku, ini dan Nita. Kami bertiga senang sekali ditinggal ayah, apalagi ibu.

 

 

Ibu pergi ke kamar mandi lama sekali, lalu keluar kembali.

“Abis ngapain Bu, ayah pergi kok malah ke kamar mandi?”

 

 

“Ibu abis cukur jembut ibu sayang biar gak terlalu lebat.. hihihi..!”

 

 

“Wahh! Beneran bu dicukur? Jadi penasaran gimana rasanya, pasti enak banget dijilatnya..”

 

 

“Iyaa dong, kalau mau bersetubuh itu harus totalitas jangan setengah-setengah.. kata ibu juga kan kemarin apa? Kalau ibu lagi serius ingin disetubuhi suka gini lho sayang..”

 

 

“Rama suka semangat ibu kalau mau bersetubuh, memang ibu contoh yang baik bagi Rama dan Nita, coba Bu lihat vaginanya sebentar boleh yaa??”

 

 

Ibu pun membuka handuknya, “tuh..! Gimana sayang vagina ibu..??” Kata ibu sambil merenggangkan kedua kakinya “rapih kan?” Kata ibu lagi.

 

 

“Waaahh..!! Sumpah Bu, Rama suka..” lalu aku tarik kedua bibir vagina ibu kesamping dan ku cium aromanya.. “ohh.. ibu wanginya tempekmu Bu, Bu, sekarang aja yuk udah gak kuat nihh..!”

 

 

“Tapi, Rama ini kan masih siang? Nanti ada orang lho..!!” Kata ibu

 

 

Tapi adikku Nita berkata, “Gpp kak, kakak sama ibu duluan aja, biar Nita aja yang jaga ditengah rumah takut nanti ada orang. Tapi kak, nanti malam Nita siap lho di genjot lagi..!! Kuat gak ntar malem?”

 

 

“Beneran dek mau jaga? Tuhh Bu ayo bu..?!”

 

 

“Nita!, Ibu ke kamar dulu yaa sayang..?”

 

 

“Iyaa Bu, ibu sama kakak duluan. Kalau Nita gak kuat mah, Nita pasti nyusul.. hihihi..”

 

 

“Iyaa nak betul! Kalau gak kuat mah masuk aja ke kamar, kita siksa kakak kamu ini..hihihi” kata ibu, tapi sekarang malah aku yang ditarik ke kamar sama ibu, tadi malu-malu katanya masih siang.

 

 

Sebelum ibu rebahan dikasur, ku peluk tubuhnya yang montok berisi itu sambil aku ciumi bibirnya. Ibu membalas ciumanku dan mulai bangkit birahinya menjalar keseluruh tubuh. Aku pun sangat menikmatinya, ketika bibirku bertemu dengan bibir ibu, penisku langsung ngaceng.

 

 

Ibu tersenyum kepadaku, sejenak dilepaskannya ciumanku, lalu ibu berkata, “nak, hamili saja ibu sekarang, ibu tak mau menunggu lebih lama lagi untuk mengandung anak dari kamu sayang..” aku terkejut dengan keinginan ibuku ini.

 

 

“Tapi, bagaimana nanti dengan ayah Bu? Aku pasti bakalan diusir..?” Kataku sambil memegang kedua pinggulnya ibuku.

 

 

“Sayang, kenapa ibu tiba-tiba ingin mengandung anakmu karena ibu percaya sama kamu sayang. Kamu putra ibu di rawat sejak dari dalam kandungan hingga sebesar ini, bukan langsung di usia 23 tahun. Ibu yakin karena kamu akan bertanggung jawab kan? Kalau ibu hamil.” Ibu menatapku serius dan penuh harap mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

 

 

“Bu, justru Rama merasa tersanjung dikasih kehormatan untuk menghamili ibu. Aku berjanji sama ibu, bahwa Rama akan bertanggung jawab jika ibu hamil. Rama akan bekerja lebih semangat, lebih keras untuk menghidupi ibu dan Nita Bu.” Kataku meyakinkan ibu.

 

 

Kulihat ibu berkaca-kaca matanya, dia memandangku seakan aku seperti secercah cahaya dikegelapan yang menerobos kedalam relung jiwanya.

 

 

“Oohhh.. putra ibu yang ganteng, kata-kata kamu membuat ibu terasa damai sayang. Nikmatilah tubuh ibu sayang, setubuhi ibu, hamili ibu..” ibuku seakan ingin segera menyatukan tubuhnya denganku.

 

 

Ku tarik pinggul ibu kedepan, sehingga selangkanganku merapat dengan ibu. Tubuhku, pikiranku, jiwaku serasa ingin menyatu dengan ibu. Birahiku semakin terasa panas didalam tubuhku, terus mengalir keseluruh tubuhku. Dengan isyarat bahasa tubuh ku tuntun ibu kekasur, ibu mengerti maksudku. Ibu merebahkan dirinya dikasur, lalu aku buka bajuku dan melepaskan celanaku kutindih tubuhnya yang montok itu.

 

 

Sensasi menyetubuhi ibu kandung sendiri ada sensasi yang sangat dahsyat ku rasakan, antara perasaan sayang dari anak kepada ibu juga birahi didalam diriku seperti gumpalan hawa nafsu yang semakin besar, ingin sekali aku lepaskan kedalam tubuh ibu.

 

 

Setelah aku menciumi ibu, ku lepaskan lilitan handuk ditubuhnya yang montok. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, kini kulihat secara langsung tubuh ibu yang seutuhnya telanjang bulat didepan mataku. Tubuhnya ibu yang selama ini aku ingin sekali menyetubuhinya kini terhampar didepanku.

 

Mataku fokus ke vaginanya ibuku yang tebal dan tembem itu, jiwa incestku mengalir melalui aliran darahku dan berpusat di penisku. Tubuh ibu yang begitu sempurna dimataku, sampai aku bingung yang mana dulu bagian tubuh ibu yang pertama aku nikmati rasanya itu.

 

 

Tapi aku secara naluriah mengarahkan wajahku diatas vagina ibu, ku cium tepat dibelahan vaginanya dan ujung hidungku mengenai klentitnya. Ku hirup aroma vaginanya Ugh! Sungguh aku mencium wangi sabun sirih dan bau khas vagina ibu membuatku semakin sange kepadanya.

 

 

Ketika kusentuh permukaan vaginanya, terasa ditelapak tanganku vagina ibu memancarkan aura kehangatan. Dengan masih belum aku lebarkan kakinya, aku ciumi vagina ibu perlahan dengan penuh perasaan sange. Seperti memegang benda keramat yang begitu berharga, aku sangat mengagumi keindahan dari vagina ibu yang terlihat mewah dan berkelas, tempat dimana berbagai macam kenikmatan semuanya ada disitu, vagina ibuku.

 

 

Ibu memejamkan matanya mencoba meresapi setiap sentuhan lembut di vaginanya, bahasa tubuhnya tak bisa menahan gejolak jiwanya yang ingin segera aku setubuhi.

 

Kini kedua kaki ibu aku lebarkan sehingga terlihatlah secara detail vagina ibuku didepan mataku, entah kenapa aku sangat menyukai aroma juga rasa yang benar-benar istimewa dari vagina ibuku. Mungkin beberapa orang akan merasa jijik menjilati, menghisap, bahkan sampai menelan rasanya vagina. Tapi aku menghargai vagina ibuku dengan menjilatinya sambil menghirupnya, bentuknya memang sudah tak sebagus Anita, tapi sensasi rasanya sungguh menggoda.

 

 

Setelah aku puas, ku arahkan penisku kearah lobang vaginanya, baru nempel saja sudah membuat tubuhku bergidik karena aura kenikmatan itu sudah terasa meskipun masih berada di pintu gerbang vaginanya. Dengan penuh semangat untuk misi menghamili ibu, aku hentakkan sekaligus penisku sampai tenggelam ke dalam jurang kenikmatan ibu BLESSS..!! Uugghh..!! Aaahhh..!! Kami berdua melenguh panjang berbarengan. Lalu aku tindih ibuku yang montok itu dengan tubuhku yang sebenarnya kekar dan besar jika sedang bersetubuh dengan Anita. Tapi karena tubuh ibu montok, maka dalam hal badan aku kalah dengan ibu.

 

Selain aku menyayangi ibuku sebagai orang yang melahirkan aku dulu, aku juga sangat ingin dari rahim ibu tumbuh janin dari persetubuhanku dengannya.

 

 

Ketika aku sedang menggenjot ibu, dia senyum sambil sesekali terpejam matanya karena merasakan kenikmatan incest yang begitu luar biasa nikmatnya!

“Sayang.. rasanya.. ibu jatuh cinta.. sama.. kamu sayang… Aahhh… Aaahhh… Ssssshhh…”

 

 

“Rama juga Bu.. sayang ibu… Cinta ibu.. yakin ibu ingin mengandung anakku sekarang?”

 

 

“Iyyaa sayang.. ibu.. ingin… Punya anak.. dari kamuhhh… Hamili ibu nak…”

 

 

“Baik Bu…”

 

 

Hujamanku semakin cepat menggenjot vagina ibu, kami berdua sudah tak perduli dengan status keluarga atau dosa, yang kami inginkan hanyalah ingin memiliki anak dari hubungan incest ini.

 

 

Ibu sampai menganga sedikit bibirnya ketika vaginanya aku genjot dan payudaranya aku hisap. Ketika sedang menganga itu aku mencoba memberanikan diri meneteskan air ludahku ke mulutnya, dan tak disangka ibu menelannya berkali-kali sampai aku merasa bersalah karena meludahi mulut ibu, aku hisap mulutnya sambil memainkan lidahku didalam mulutnya.

 

 

Tentu yang namanya seorang ibu tahu apa yang dipikirkan anaknya, dia pun membiarkanku menikmati seluruh tubuhnya.

 

 

Tiba-tiba saja ibu mendekapku erat sambil berkata, “sayaanngg rasanya ibu mau keluaarr… Uugghhh..!! Aaahhh… Aaahh…!!!”

Aku merasakan vaginanya berdenyut meremas kuat penisku, aku pun menciumnya membungkam mulutnya dengan mulutku agar ibu diam. Aku takut nanti ada orang mendengar ibuku berteriak karena mendapatkan orgasmenya.

 

 

Perasaan bahagia terpancar dari raut wajah ibuku, sekujur tubuhnya sampai berkeringat banyak setelah ibu melepaskan orgasmenya. Sampai aku merasa becek, licin dan hangat menyelimuti seluruh batang penisku.

 

 

Aku pun rasanya sudah tak tahan lagi menahan desakan dari dalam tubuhku yang terasa menggumpal, tubuhku semakin menegang dan genjotanku kepada ibu semakin dipercepat hujamannya. Akhirnya akupun sudah tak tahan lagi dan CROOOTT.. CRRROOOTTTT… CCRROOOOTTT…. CCRROOOOTTT… CCRRROOOOOTTTT… UUuuuggghhhh..!! “Tempek ibu luarrrr biasaa nikmatnyaa..!!! Aaahhhhh…!!” Penisku entah berapa kali memuntahkan isinya, sampai aku tak bisa mengendalikannya menyembur dimulut rahimnya.

 

 

Dengan perlahan aku masih menggoyangkan pantatku memastikan tak ada lagi sperma yang tersisa dibatang penisku. Kini spermaku berpindah kedalam rahim ibu, aku dan ibu merasa bahagia akan memiliki anak pertama dari hubungan ini kelak. Seharusnya pasangan kekasih akan merasa panik hamil diluar nikah, tapi kami malah bahagia dari hubungan sedarah ini mengakibatkan ibuku hamil. Lalu ku cabut penisku dari dalam vaginanya, ku lihat sampai basah kuyup penisku oleh cairan lendir orgasme ibu dan spermaku yang sudah bercampur.

 

 

Aku menggeletakkan diri disamping ibu sambil berpandangan dan berbalas senyuman.

 

 

Setelah ngobrol dengan ibu panjang lebar yang intinya kami senang dari rahim ibu kelak akan ada keluarga baru.

 

 

Aku keluar dari kamar ibu yang masih ngangkang ngos-ngosan dalam keadaan bugil, setelah memakai celana, aku tinggalkan ibuku lalu menemui adikku yang sedang duduk melihat anak-anak kecil yang sedang main lari kejar-kejaran.

 

 

Nita merasakan keberadaanku disampingnya, lalu menoleh sambil tersenyum, “ehh.. kak Rama, gimana kak ibu puas gak?” Kata Nita mengajakku duduk disisinya.

“Ibu masih tergeletak lemas, sepertinya ibu mau langsung tidur sambil telanjang..” aku melanjutkan “sayang.. sepertinya ibu akan mengandung anak kakak, ibu ingin kak Rama menghamilinya..”

 

 

“Lha? Nanti kalau ayah tahu ibu hamil anak kakak gimana kak? Bisa-bisa kak Rama diusir dari rumah kak.. Nita gak mau ditinggalin kak..” Nita matanya sampai berkaca-kaca membuatku langsung memeluknya.

 

 

“Percayalah sayang, kakak tidak akan meninggalkan kamu, kita tunggu bagaimana reaksi ayah jika sudah mengetahui ada janin yang tumbuh di rahim ibu..Nita jangan pikirkan masalah itu, kakak sanggup menafkahi kamu meskipun dari hasil memulung sampah.”

 

 

“Iyaa kak, Nita percaya sama kak Rama..” lalu Nita memegang tanganku dan menempatkannya diperutnya yang membesar, “lihat kak, anak kita sudah tumbuh. Gak terasa kandungan Nita sudah 5 bulan..”

 

 

“Boleh kakak tiduran dipangkuan kamu sayang..?” Kataku.

 

 

“Boleh kak..” Nita terlihat senang sekali.

 

 

Sambil tiduran dilahunan Nita, aku merenung, bagaimana dengan ayah yang suatu saat nanti tahu ibu mengandung anakku?

 

 

Jika ternyata pahitnya saya diusir dari rumah, saya tidak merasa takut. Tapi yang saya pikirkan adalah, saya sudah mengkhianati janjiku kepada ayah bahwa saya disuruh menjaga ibu. Ini malah menyetubuhinya sampai hamil.

 

 

Biarlah, saya akan menerima bagaimana nantinya…

Klik Prediksi Bola Online Jitu