Cerita Horor Rumah Bohemian Rapsody

Cerita Horor Hari Ini – Menguak cerita salah satu narasumber saat mengunjungi rumah yang terkenal angker di Blitar.

Kisah itu terjadi saat dia berkunjung ke salah satu rumah yang berada di daerah garum yang bernama “Bohemian Rapsody/Rhapsody”.

Sebut saja, fredy.
Fredy dan beberapa temannya sedang bermain ke Blitar.

Dia mengunjungi beberapa tempat selama beberapa hari untuk wisata.
Kemudian, ketika hari terakhir dia di blitar.

Dia mencoba browsing tempat angker di daerah Blitar. Kemudian munculnya rumah tersebut.

Fredy dan beberapa temannya tersebut berniat mengunjungi rumah itu esok hari.

Hingga, esoknya dia berangkat ke rumah tersebut yang berada di daerah garum, blitar.

Mereka berempat, cowok semua.
Saat dijalan, si toni teman semotornya itu merasa tidak enak badan.

“pehh, awakku kudu greges rasane. Nyilih jaketmu fred.” ucap toni kepada fredy.
(badanku sepertinya mau demam rasanya. Pinjam jaketmu fred).

Fredi dengan cepat menepi dan melepas jaket yang dipakainya. Kemudian diberikannya kepada si toni.

Toni terlihat berwajah pucat pasi.

“umak ra popo a bro ? Opo balek wae ?” tanya fredy khawatir.
(Kamu gak papa ton ? Apa kita kembali saja ?)

Namun toni hanya menggelengkan kepala dan menyuruh fredy untuk meneruskan perjalanan.

Karena merasa toni yakin akan dirinya, fredy percaya.

Diteruskanlah perjalanan menuju ke rumah tersebut.

Sesampainya di tempat tujuan. Fredy sudah sedikit khawatir kepada toni. Lantaran, tidak seperti biasanya dia tiba-tiba sakit seperti itu.

Namun, karena fredy mencoba tidak berfikir aneh. Dia mencoba untuk stay disamping toni.

Klik Prediksi Bola Online Jitu

Sebenarnya rumah tersebut biasa saja. Hanya gaya rumah tersebut sangat unik. Namun, fredy mendengar toni yang berjalan di belakang seperti berbicara sendiri.

Fredy mendengar jelas perkataan si toni yang bilang “Iku mau aku wes dicegat karo seng wedok nok ngarep,

saiki tambah akeh seng nok ngarepku.” gumam toni.
(inu tadi aku sudah dihadang sama yang perempuan didepan, skrng tambah banyak didepanku.)

Fredy kebingungan dengan omongan toni yang tak seperti biasanya.

Temannya yang dua yaitu si lutfi dan hamid hanya bisa saling pandang.

Akhirnya, mereka berempat jalan-jalan mengelilingi rmh tersebut. Dikatakan didalam rumah tersebut terdapat 3 ruangan dan 1 dapur.

Tidak ada kesan menakutkan juga, cuma model rumah yg unik dan klasik.

Namun, fredy merasa kurang nyaman dgn tingkah toni yg tiba² tertawa sendiri.

Si lutfi menepuk lengan fredy, karena merasa ada yang aneh dengan si toni.

Akhirnya, mereka tidak lama-lama disana dan memutuskan untuk pulang.

Saat hendak pulang, tatapan si toni seperti orang marah. Nampak, toni memandangi ketiga temannya sangat sinis sekali.

Karena dirasa sudah tidak nyaman dan juga mereka tidak menemui si pemilik rumah.

Hanya ada beberapa warga yang tidak menghiraukan kehadiran mereka.

Mereka mencoba untuk pulang saja dan kembali ke rumah si lutfi.

Saat berjalan pelan menuju motor yang diparkir, toni bertingkah seperti perempuan.

Dia tiba-tiba menangis dan memeluk pundak fredy. “aku emoh pisah, emohh aku mass.” ucap toni aneh.

(aku tidak mau berpisah, gak mau aku mas).

Fredy yang mendengar perkataan tersebut hanya melotot ke arah lutfi dan hamid.

Dia merasa sudah tidak beres dengan si toni. Akhirnya, fredy mencoba melihat si toni dan mencoba tetap tenang.

Hamid hanya tertawa tanpa rem.
Hamid sudah yakin kalau toni sudah kesurupan.

Fredy dan lutfi adalah tipe anak yang penakut. Bukan lantaran toni kesurupan. Namun, mereka bingung jika sudah mengalami hal seperti ini harus berbuat apa.

Hamid adalah teman dekat si toni, dia juga lupa kalau si toni memang anak yang peka dan gampang banget kerasukan..

Dirasa harus segera menyadarkan si toni, lutfi dan fredy memutuskan untuk cenglu (gonceng telu) fredy yang menyetir dan lutfi duduk dibelakang untuk memastikan toni selamat saat naik sepeda motor.

Mereka takut ada resiko ditengah jalan, hal itu dilakukan karena kondisi urgent.

Sesampainya di rumah lutfi..
Mereka menjelaskan kejadian toni yang sampai seperti itu kepada orang tuanya.

Akhirnya, dipangilkan orang pintar untuk mengobati toni yang sedang kerasukan setan perempuan tersebut.

Datanglah pak umar, orang pintar dikampung lutfi.

Dibacakannya ayat² agar di toni segera sadar.

Awalnya terdapat perlawanan yang kasar dari hantu yang masuk kedalam raga toni.

“Aku gak gelem metu ! Aku kate melu bocah iki ! Aku seneng karo bocah iki !” ucap hantu tersebut.

(Aku tdk mau keluar ! Aku mau ikut bocah ini ! Aku suka dgn anak ini !)

Pak umar yang mendengar perkataan tersebut hanya tersenyum.

“awakmu asal e soko endi ?”
(kamu berasal dari mana ?)

Dengan tajam tatapan mata toni mengarah ke wajah pak umar.

“aku seng manggon nok lemah seng saiki dadi omah londo ! Aku seneng nang bocah iki pas dek e maeng mrono !” jelas hantu tersebut.

(aku yg menunggu di tanah yang sekarang jadi rumah blanda (baca: rumah bohemian) ! Aku suka anak ini waktu dia tadi kesana !)

“Tapi, dekne iki uduk bangsamu. Awakmu karo dekne gaiso digandengno. Soale rogo seng mbok templok i iki menungso, sedangkan awakmu iku demit.” jelas pak umar.

(tapi, dia ini bukan bangsamu. Kamu sama dia tidak bisa disatukan. Karena raga yang kamu rasuki ini adalah manusia,

Sedangkan kamu itu dari bangsa setan)

Akhirnya tidak lama kemudian, pak umar mengambil secangkir gelas dan membacakan beberapa doa dan kemudian air tersebut diguyurkan ke kepala si toni.

Toni dengan sakitnya menjerit dan melotor keatas. Seperti terdapat sesuatu yg keluar dari

Ubun-ubunnya.

Fredy, hamid dan lutfi serta orang tuanya hanya bisa menatap kondisi toni dengan khawatir.

Sebelumnya, toni tidak pernah sampai kerasukan seperti ini. Biasanya jika dia sudah merasa tidak nyaman, dia selalu langsung minta pulang.

Tetapi beda dengan kali ini.

Toni sampek kerasukan setan perempuan.

Hingga beberapa menit kemudian toni sadar dan melihat sdh dikelilingi oleh orang banyak.

Dia berdiri dan melihat dengan heran orang² yg menatapnya.

Sampai kondisi sudah membaik dan toni mulai bercerita bahwa dirinya sempat melihat wanita

Yang sangat cantik sekali. Toni kira wanita tersebut adalah seseorang yang tinggal di rumah klasik tersebut.

Wanita tersebut dikatakan toni bernama clara. Saat pertama kali datang dia sudah melambaikan tangan ke arah toni.

Perempuan itu sangat cantik sekali, berpakaian vintage

Namun saat masuk ke rumah, pandangan toni sudah gelap dan dia tidak sadar sampai dia sudah berada di rumah lutfi.

Begitulah cerita singkat narasumber saat berkunjung ke rumah bohemian rapsody.

Bagi kalian warga blitar, pernah ak berkunjung ke rumah tersebut ?

Sekian cerita ini, jika ada kesamaan nama tempat mohon dimaafkan. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun.

Selamat malam dan selamat membaca..