Barcelona Butuh 500 Juta Euro untuk Lepas dari Krisis

Berita Online – Barcelona memerlukan dana 500 juta euro( Rp 7, 7 triliun) buat menyelamatkan klub. El Barca dikala ini masih berjuang buat lepas dari jerat utang.

Barcelona jadi klub dengan utang paling tinggi di Eropa bagi tipe lembaga audit keuangan terkemuka, Deloitte. Blaugrana mempunyai tunggakan utang sebesar 1, 45 miliyar euro( Rp 21, 8 triliun). Utang Barcelona menumpuk imbas dari buruknya manajemen di masa Presiden Barcelona lebih dahulu, Josep Maria Bartomeu.

Klik Prediksi Bola Online Jitu

Presiden Barcelona dikala ini, Joan Laporta, memiliki tugas sangat berat buat membetulkan carut marut keuangan Barcelona. Laporta telah berupaya melaksanakan itu dengan bermacam metode mulai merestrukturisasi utang, menghalangi pengeluaran, sampai pemotongan pendapatan pemain.

Tetapi, usaha keras Laporta ini tidak lumayan buat memencet utang Barcelona. Dia menguak keadaan Barcelona terancam bangkrut dalam rapat dengan senat Barcelona, Rabu( 8/ 6).

Perihal ini dipertegas oleh statment Kepala Keuangan Barcelona, Eduard Romeu. Romeu berkata Barcelona memerlukan 500 juta euro( Rp 7, 7 triliun) buat menyelamatkan kelangsungan klub.

” Angka yang sangat banyak memunculkan kerugian merupakan ketidakseimbangan peninggalan. Nagitive capital menggapai 500 juta euro. Aku mengatakannya lebih dahulu, bila seorang mau berikan aku 500 euro juta, seperti itu yang kami butuhkan buat menyelamatkan Barca,” ucap Romeu dilansir dari Sport.

Walaupun perlu dana, Barcelona senantiasa berjaga- jaga mengambil langkah buat memperoleh suntikan duit. Mereka nyaris tentu menolak penawaran yang diajukan oleh CVC, industri yang bekerja sama dengan LaLiga. CVC bakal membagikan pinjaman dengan ketentuan Barcelona ingin lepas sebagian hak audiovisual kepada CVC.

Romeu memperhitungkan penawaran yang ditawarkan oleh CVC merupakan konvensi yang kurang baik. Barcelona nantinya tidak dapat memperoleh pendapatan secara maksimal dari audivisual bila deal dengan CVC.

” Untuk kami, terlepas dari seluruh tekanan yang kami terima serta permasalahan Fair Play yang wajib senantiasa kami ingat, ini merupakan konvensi yang kurang baik. Dari sudut pandang keuangan, itu telah berakhir serta aku pikir presiden telah sangat jelas,” ungkap Romeu meningkatkan.