Asal Usul – usul Wewe Gombel

Kumpulan Cerita Horor – ’ Magrib Le, magrib. Mari, masuk rumah, nanti diculik Wewe Gombel, lho!’. Begitulah perkataan yang sering dikatakan Bunda kepada anaknya dikala matahari mulai tenggelam serta langit jadi hitam.

Sampai saat ini, cerita orang tua tentang hantu Wewe Gombel masih bisa kita dengar. Oleh warga, hantu Magrib itu ditafsirkan berperawakan semacam perempuan. Serta mempunyai buah dada besar yang menggantung.

Wewe Gombel diketahui suka menculik anak kecil menjelang Magrib. Utamanya untuk mereka yang masih keluyuran di luar rumah. Alibi seperti itu yang membuat banyak orang tua semenjak era dahulu sering menyuruh anaknya buat lekas kembali sedari sore.

Pola RTP Slot

Dia menarangkan, Wewe Gombel ataupun Kolong Wewe merupakan roh wanita yang wafat bunuh diri. Dia mengakhiri hidupnya sehabis menewaskan suaminya serta dikejar- kejar masyarakat akibat perbuatannya itu.

” Pembunuhan dicoba sehabis memergoki suaminya selingkuh dengan wanita lain,” jelasnya.

Konon, si suami berselingkuh sebab istrinya tidak dapat memberikannya anak. Sebab tidak dapat membagikan anak, dia dibenci oleh suaminya kemudian dikucilkan hingga jadi edan serta gembel. Sehabis mati bunuh diri, setelah itu dia jadi wewe gombel.

” Wewe Gombel hendak bawa kanak- kanak yang diculik ke alamnya sebab dikira tidak mempunyai rumah,” ungkap ia.

Pola Slot Gacor 

Sebagian warga yakin kalau hantu Wewe Gombel sesungguhnya berasal dari bukit di wilayah Gombel, Semarang. Kawasan tersebut diketahui angker sebab jadi tempat pembantaian dikala era penjajahan kolonial.

” Sebagian orang menyebut wilayah itu ialah daerah kerajaan hantu,” cerah ia.

Dibalik cerita mistis soal Wewe Gombel nyatanya terdapat arti yang dalam. Wewe Gombel jadi peringatan untuk segala orangtua buat lebih mencermati anak supaya tidak keluyuran ke tempat beresiko.

Info RTP Slot Live

Umumnya, orang tua yang kehabisan anaknya dikala Magrib hendak mencari ramai- ramai bersama masyarakat dengan berkelana rumah ataupun kampung sembari menabuh tampah( nampan besar dibuat dari anyaman bambu).

’ Blek- blek ting, blek- blek ting( menyebut nama anak yang lenyap) muncullah ataupun keluarlah’. Mantra tersebut diucapkan sembari keliling rumah ataupun kampung sebanyak 7 kali.